Haaallloooooooww sobat blogger mania..........!!!!!!!!! Kali ini saya akan sedikit membahas tentang spiritual dan motivasi mengenai kehidupan yang kita jalani sehari-hari. Mungkin sekiranya bisa menjadikan tambahan ilmu dan itung-itung sharing pengalaman bareng sobat blogger mania dimanapun berada.
Dalam perjalanan hidup saya pribadi, mulai dari saya yang istilahnya masih belum dewasa (saat inipun juga masih belom bisa disebut dewasa sih, hehe...) hingga sekarang, yang mungkin udah mendingan daripada waktu ketika baru keluar "procot" dari bangku pendidikan SMA, selalu mendapatkan pelajaran-pelajaran kehidupan baru. Pelajaran tersebut bisa berupa pengalaman, ilmu, hubungan sosial dengan rekan kerja dan masyarakat, teman, bahkan kekasih (ciieeee.... ). Semua pengalaman yang menarik maupun meng-eneg-kan yang kita alami pada hakikatnya ada hikmah di balik itu semua. Jika kita pandai memandang sesuatu tidak hanya dari satu sisi saja, maka suatu hal yang terjadi di dunia ini adalah akibat dari semua kehendak alam semesta yang bercampur aduk di dalam sana. Dan harus kita kembalikan kembali bahwa yang menggerakkan alam semesta ini hanyalah Dzat yang satu, yaitu hanya Tuhan. Dialah yang sebenarnya pemilik suatu kehendak yang pada akhirnya dibagikanlah kepada setiap makhluknya di muka bumi. Jadi, mengapa Tuhan telah berfirman kepada kita bahwa Dia tak akan merubah nasib suatu kaum kecuali bila kaum tersebut tidak mau berusaha untuk merubah nasibnya sendiri. Itu karena Tuhan telah menitipkan (kalau menurut saya Tuhan sudah memasrahkan sepenuhnya) kehendaknya kepada kita. Tapi, kenapa yaaa ketika kita berdo'a untuk memohon kepada-Nya, do'a kita sering meleset atau tidak terkabul? Ambil segelas kopi, tenangkan pikiran, daaaaann.... Renungkan sejenak....!!
Ada pertanyaan buat Anda, apakah Anda ciptaan Tuhan? Pasti iyaaa....
Apa Anda juga diberikan secuil dari Kehendak-Nya??? Juga jawabnya "IYA"
Lalu..... Apakah orang lain di sekitar Anda juga ciptaan-Nya??? Jawabnya juga "Iya"
Apakah mereka juga dibagi secuil dari Kehendak-Nya????? Eeemmmm.... iyyyyaaa yaaa....
Lalu...... Bagaimana bila kehendak orang lain tersebut berlawanan dengan kehendak Anda pribadi???
Nahhh.... Disitulah Tuhan meletakkan neraca keadilan-Nya dalam hukum yang dimiliki-Nya (dalam Islam disebut Sunnatulloh). Banyak sekali hukum-hukum Allah di muka bumi ini. Mulai dari hukum fisika, kimia, matematika, sampai hukum alam, yang kuat mengalahkan yang lemah, yang cerdik mengalahkan yang bodoh, dan sebagainya. Tuhan telah menitipkan semuanya pada hukum-hukum yang telah dibuat-Nya. Ibarat seorang programmer sebuah sistem operasi, Tuhan telah menyetting semuanya sehingga sistem alam semesta bisa berjalan dengan kehendak-Nya. Lhoooh... lhoooh... lhohhh... kok nyangkut-nyangkut sampai Tuhan segala???? Wahh ngelantur jauhh banget saya ini, Oke kembali ke topik aja dulu.
Jadi... kita sebagai manusia intinya disuruh untuk menjalankan peran kita di dunia ini sebagai apa. Dan yang tau peran kita sebagai apa di dunia ini hanya Tuhan dan Anda...!!! Jadi, tanyakan pada Tuhan bila Anda tak mengerti apa peran Anda di dunia ini. Tapi, ketika Anda punya kendala bahwa Tuhan tidak menjawab pertanyaan Anda tersebut dan tidak ada sama sekali suara dari langit yang menggelegar memekakkan telinga Anda tentang apa peran Anda di dunia ini, cuman hanya ada satu tempat lagi untuk bertanya. Ya.... DIRI ANDA sendiri. Semuanya dikembalikan pada Anda lagi, si pemegang secuil kehendak Tuhan. Jadi, mau jadi apa diri Anda nanti di masa depan, mau jadi seperti apa ekonomi Anda di masa depan, mau seperti apa keturunan Anda di masa depan, jodoh, karir, dan sebagainya, kalau bisa semua ada dalam target dan kendali Anda. Jangan sekali-sekali Anda ambangkan target-target hidup Anda seperti T*I di kali yang mengambang terus terseret arus sungai. Semuanya harus Anda persiapkan dan Anda rencanakan dengan matang. Itu semua adalah hal-hal yang membuat passion/semangat Anda dalam melakukan aktivitas Anda jadi lebih bergairah
Ingat, selalu "Eling lan Waspodo"
Salam,
Azizun Sangar
Dalam perjalanan hidup saya pribadi, mulai dari saya yang istilahnya masih belum dewasa (saat inipun juga masih belom bisa disebut dewasa sih, hehe...) hingga sekarang, yang mungkin udah mendingan daripada waktu ketika baru keluar "procot" dari bangku pendidikan SMA, selalu mendapatkan pelajaran-pelajaran kehidupan baru. Pelajaran tersebut bisa berupa pengalaman, ilmu, hubungan sosial dengan rekan kerja dan masyarakat, teman, bahkan kekasih (ciieeee.... ). Semua pengalaman yang menarik maupun meng-eneg-kan yang kita alami pada hakikatnya ada hikmah di balik itu semua. Jika kita pandai memandang sesuatu tidak hanya dari satu sisi saja, maka suatu hal yang terjadi di dunia ini adalah akibat dari semua kehendak alam semesta yang bercampur aduk di dalam sana. Dan harus kita kembalikan kembali bahwa yang menggerakkan alam semesta ini hanyalah Dzat yang satu, yaitu hanya Tuhan. Dialah yang sebenarnya pemilik suatu kehendak yang pada akhirnya dibagikanlah kepada setiap makhluknya di muka bumi. Jadi, mengapa Tuhan telah berfirman kepada kita bahwa Dia tak akan merubah nasib suatu kaum kecuali bila kaum tersebut tidak mau berusaha untuk merubah nasibnya sendiri. Itu karena Tuhan telah menitipkan (kalau menurut saya Tuhan sudah memasrahkan sepenuhnya) kehendaknya kepada kita. Tapi, kenapa yaaa ketika kita berdo'a untuk memohon kepada-Nya, do'a kita sering meleset atau tidak terkabul? Ambil segelas kopi, tenangkan pikiran, daaaaann.... Renungkan sejenak....!!
Ada pertanyaan buat Anda, apakah Anda ciptaan Tuhan? Pasti iyaaa....
Apa Anda juga diberikan secuil dari Kehendak-Nya??? Juga jawabnya "IYA"
Lalu..... Apakah orang lain di sekitar Anda juga ciptaan-Nya??? Jawabnya juga "Iya"
Apakah mereka juga dibagi secuil dari Kehendak-Nya????? Eeemmmm.... iyyyyaaa yaaa....
Lalu...... Bagaimana bila kehendak orang lain tersebut berlawanan dengan kehendak Anda pribadi???
Nahhh.... Disitulah Tuhan meletakkan neraca keadilan-Nya dalam hukum yang dimiliki-Nya (dalam Islam disebut Sunnatulloh). Banyak sekali hukum-hukum Allah di muka bumi ini. Mulai dari hukum fisika, kimia, matematika, sampai hukum alam, yang kuat mengalahkan yang lemah, yang cerdik mengalahkan yang bodoh, dan sebagainya. Tuhan telah menitipkan semuanya pada hukum-hukum yang telah dibuat-Nya. Ibarat seorang programmer sebuah sistem operasi, Tuhan telah menyetting semuanya sehingga sistem alam semesta bisa berjalan dengan kehendak-Nya. Lhoooh... lhoooh... lhohhh... kok nyangkut-nyangkut sampai Tuhan segala???? Wahh ngelantur jauhh banget saya ini, Oke kembali ke topik aja dulu.
Jadi... kita sebagai manusia intinya disuruh untuk menjalankan peran kita di dunia ini sebagai apa. Dan yang tau peran kita sebagai apa di dunia ini hanya Tuhan dan Anda...!!! Jadi, tanyakan pada Tuhan bila Anda tak mengerti apa peran Anda di dunia ini. Tapi, ketika Anda punya kendala bahwa Tuhan tidak menjawab pertanyaan Anda tersebut dan tidak ada sama sekali suara dari langit yang menggelegar memekakkan telinga Anda tentang apa peran Anda di dunia ini, cuman hanya ada satu tempat lagi untuk bertanya. Ya.... DIRI ANDA sendiri. Semuanya dikembalikan pada Anda lagi, si pemegang secuil kehendak Tuhan. Jadi, mau jadi apa diri Anda nanti di masa depan, mau jadi seperti apa ekonomi Anda di masa depan, mau seperti apa keturunan Anda di masa depan, jodoh, karir, dan sebagainya, kalau bisa semua ada dalam target dan kendali Anda. Jangan sekali-sekali Anda ambangkan target-target hidup Anda seperti T*I di kali yang mengambang terus terseret arus sungai. Semuanya harus Anda persiapkan dan Anda rencanakan dengan matang. Itu semua adalah hal-hal yang membuat passion/semangat Anda dalam melakukan aktivitas Anda jadi lebih bergairah
Ingat, selalu "Eling lan Waspodo"
Salam,
Azizun Sangar
0 komentar :
Posting Komentar